|
21
|
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh awak kapal jika kapal mengalami badai saat berlayar?
What should the crew do if the ship encounters a storm at sea?
|
|
22
|
Mengapa penting untuk memeriksa dan memastikan segala peralatan keselamatan kapal dalam kondisi baik sebelum berlayar?
Why is it important to check and ensure that all ship safety equipment is in good condition before sailing?
|
|
23
|
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Nahkoda jika kondisi cuaca buruk berlanjut dan mempengaruhi keselamatan pelayaran?
What should the Master do if heavy weather continues and affects the safety of navigation?
|
|
24
|
Apa yang dimaksud dengan "sea state" dalam konteks cuaca buruk menggambarkan kondisi permukaan laut berdasarkan tinggi dan bentuk ombak?
What is meant by “sea state” in the context of heavy weather at sea?
|
|
25
|
Mengapa sebaiknya kapal menghindari berlayar di dalam atau dekat pusaran angin tropis (siklon atau hurikan)?
Why should a ship avoid sailing inside or near a tropical cyclone or hurricane?
|
|
26
|
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Nahkoda jika kapal menghadapi kondisi cuaca buruk dan mengalami gangguan pada peralatan navigasi?
What should the Master do if the ship faces heavy weather and experiences navigation equipment failure?
|
|
27
|
Mengapa sebaiknya kapal menghindari area dengan prediksi gelombang tinggi saat berlayar?
Why should a ship avoid areas forecasted to have high waves?
|
|
28
|
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Nahkoda jika kapal mengalami gangguan mesin saat berlayar dalam cuaca buruk?
What should the Master do if the ship suffers engine trouble while sailing in heavy weather?
|
|
29
|
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Nahkoda kapal saat berlayar dalam kondisi penglihatan terbatas?
What should the Master do when sailing in restricted visibility?
|
|
30
|
Apa yang dimaksud dengan "separasi suara" dalam konteks pelayaran dalam penglihatan terbatas?
What is meant by “sound separation” in the context of navigation in restricted visibility?
|