|
31
|
Apa dampak dari peraturan yang lebih ketat terhadap pelacakan ROB per tangki?
What is the impact of stricter regulations on ROB tracking per tank?
|
|
32
|
Apa yang perlu dilakukan penyewa untuk mematuhi peraturan dalam zona dan pelabuhan ECA?
What must charterers do to comply with regulations in ECA zones and ports?
|
|
33
|
Apa yang menentukan rute pelayaran yang paling hemat biaya dalam konteks IMO 2020?
What determines the most cost-effective sailing route in the context of IMO 2020?
|
|
34
|
Mengapa kompatibilitas, viskositas, dan kandungan sulfur penting dalam manajemen bunker?
Why are compatibility, viscosity, and sulfur content important in bunker management?
|
|
35
|
Apa yang dimaksud dengan "pengembangan tingkat bahan bakar yang lebih berkelanjutan"?
What is meant by “developing more sustainable fuel levels”?
|
|
36
|
Mengapa penting untuk mengintegrasikan dan mengotomatiskan alur kerja dalam pengoperasian pelayaran?
Why is it important to integrate and automate workflows in voyage operations?
|
|
37
|
Apa dampak dari persyaratan peraturan yang lebih ketat terhadap kerumitan manajemen bunker?
What is the impact of stricter regulatory requirements on bunker management complexity?
|
|
38
|
Apa yang perlu dilakukan untuk merencanakan kapan dan di mana mengisi bahan bakar selama pelayaran?
What needs to be done to plan when and where to bunker during a voyage?
|
|
39
|
Apa yang harus dilakukan untuk mencapai kepatuhan terhadap peraturan IMO 2020?
What must be done to achieve compliance with IMO 2020 regulations?
|
|
40
|
Mengapa penting untuk menyelaraskan strategi pencarteran, pelayaran, dan bunker?
Why is it important to align chartering, voyage, and bunker strategies?
|